Media Coverage

  • https://utamanews.com

    Hutan Rakyat Institute (HaRi) Sumatera Utara menggelar acara seminar peduli terhadap lingkungan dengan tema "Masa Depan Masyarakat Lokal dan Hutan Tersisa di Sumatera Utara", di Medan, Senin, 22 Juli 2019. Bersama dengan Non-Timber Forest Products-Exchange Programme (NTFP-EP), YDPK, dan Walhi Sumatera Utara bermaksud agar dapat memberikan informasi ter-update tentang hutan sekaligus wadah kritis untuk bersama-sama melihat lebih dekat terkait pemanfaatan hutan oleh masyarakat lokal, kampanye dan upaya penyelamatan hutan tersisa yang ada di Sumatera Utara. "Masalah kita sebenarnya sama dari dahulu terkait masyarakat lokal adat. Selama permasalahan ekonomi ditingkat masyarakat belum dapat diselesaikan, maka permasalahan hutan pun juga belum dapat diselesaikan. Ada pandangan bahwa buat sejahtera masyarakat maka hutan pun akan sejahtera. Maksudnya adalah jika manusianya dibuat sibuk dengan kegiatan dalam pemenuhan hak-haknya maka bisa dipastikan manusia tersebut tidak akan merusak hutan dan ekosistem hutan," ujar Jusupta Tarigan (perwakilan NTFP-EP). Dirinya juga menambahkana bahwa "Hasil hutan bukan kayu bisa mencapai 90% dan hutan kayu hanya 10%, tapi kenapa semua melihatnya ke hutan kayu? Hal tersebut perlu dicermati dengan teliti tentang motif dibalik pembukaan lahan hutan, apakah murni untuk kebutuhan rakyat atau ada motif lain." Hal selaras juga disampaikan oleh Debora (YDPK), "Masa depan petani ada di hutan, jadi jika masalah ekonomi petani tidak bisa ditangani bagaimana bisa petani menyelesaikan masalah perhutanan yang memang merupakan masa depan mereka? Selain itu, masih minim orang-orang yang peduli terhadap hutan dan dampak dari kerusakan hutan untuk masyarakat lokal di sekitar hutan." Sementara, Abetnego Tarigan (Perwakilan Kantor Staf Presiden) mengatakan, "Banyak pihak tidak melihat terkait kebijakan era pak Jokowi di bidang hutan dan agraria. Pak jokowi sudah tidak memikirkan lagi terkait pungli korupsi karena zaman sekarang tinggal tangkap saja pelakunya, akan tetapi yang difokuskan adalah bagaimana pembangunan SDM." "Sekarang, permasalahan yang ada pada kebijakan lebih kearah unsur politiknya, maka dari itu respon yang tercipta pun lebih ke arah politik bukan unsur utama dari kebijakannya itu sendiri", tambahnya. Di akhir acara ditutup dengan adanya presentasi dari hasil penelitian HaRi terkait tata kelola hasil hutan non kayu oleh kaum perempuan di Kabupaten Dairi.

  • http://pontianak.tribunnews.com/

    Kayong Utara Punya Banyak Hasil Hutan Bukan Kayu, Tarigan: Perlu Sentuhan dari Pemkab TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Direktur Eksekutif Non-Timber Forest Products (NTFP) Indonesia, Jusup Tarigan mengatakan, wilayah Kayong Utara mempunyai banyak hasil hutan bukan kayu yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Hal ini dikarenakan sebanyak 70 persen wilayah Kayong Utara didominasi kawasan konservasi. Hanya saja, agar masyarakat dapat lebih baik dalam mengembangkan hasil-hasil hutan itu, maka diperlukan 'sentuhan' dari Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait. "Semacam pandan, rotan, madu hutan, dan hasil hutan bukan kayu lainnya. Dan ini memang sangat berpotensi untuk dikembangkan dilihat dari kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ini," kata Jusup usai acara penandatanganan nota kerjasama dengan Pemkab Kayong Utara di Kantor Bupati, Sukadana, Rabu (27/2/2019) lalu. Kerjasama antara NTFP dengan Pemkab Kayong Utara ini, kata Jusup, sangat penting untuk membantu masyarakat dalam membuka jaringan, mencari pasar, serta promosi produk-produk hasil hutan tersebut. "Ini yang memang perlu digarap lewat kerjasama ini, itu yang mendasar," ujar Jusupta Tarigan. Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kayong Utara Punya Banyak Hasil Hutan Bukan Kayu, Tarigan: Perlu Sentuhan dari Pemkab, http://pontianak.tribunnews.com/2019/03/01/kayong-utara-punya-banyak-hasil-hutan-bukan-kayu-tarigan-perlu-sentuhan-dari-pemkab. Penulis: Adelbertus Cahyono Editor: Jamadin

  • http://pontianak.tribunnews.com/

    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Bupati Kayong Utara, Citra Duani menandatangai naskah perjanjian kerjasama dengan sejumlah yayasan pengembangan sumber daya hutan, Yayasan Palung dan Non-Timber Forest Products (NTFP) di Kantor Bupati, Sukadana, Rabu (27/2/2019). Rapat penekenan naskah itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Hilaria Yusnani dan Kadis Perkim LH, Tommy Djunaidi. Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul VIDEO: Bupati Citra Duani Tandatangani Kerjasama dengan Yayasan Pengembangan SDH, http://pontianak.tribunnews.com/2019/02/27/video-bupati-citra-duani-tandatangani-kerjasama-dengan-yayasan-pengembangan-sdh. Penulis: Adelbertus Cahyono Editor: Jamadin

  • http://klikterus.com

    Klik Palu – Bantuan logistik terus dikirim untuk korban gempa di Palu. Pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, aktivitas masyarakat belum berjalan normal. Roda perekonomian masih butuh banyak pembenahan. Begitupula dengan urusan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Bekerja sama dengan Karsa Institute, lembaga sosial Non Timber Forest Product Exchange Programme (NTFP-EP) Indonesia yang dibawahi oleh Jusupta Tarigan mengirimkan sejumlah bantuan logistik ke beberapa wilayah di sekitar desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

  • http://kabar.roa.or.id

    Palu-13 peserta dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso yang berada di Lanskap Lariang mengikuti pelatihan jurnalis warga yang dilaksanakan Non Timber Forest Product Exchange Programme Indonesia (NTFP-EP) Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Best western coco Palu.

Anda mempunyai artikel bagus?

Segera kirimkan kepada kami.

Linking People and Forests