Manfaat ikan sungai bagi Punan Adiu

Kampung punan adiu terletak di wilayah kecamatan malinau selatan hilir, kabupaten malinau. Memiliki wilayah kelola hutan seluas sekitar 17.400 ha. Mereka secara turun temurun mendiami dan mencari nafkah di daerah aliran sungai adiu, anak sungai malinau. Komunitas ini sudah sejak lama menjadi desa otonom dengan jumlah penduduk hingga saat ini terdiri dari 29 kk.

Dari dulu hingga sekarang berburu dan berladang merupakan mata pencaharian masyarakat punan adiu. Apabila sedang tidak musim berburu hewan (babi, hewan liar lainnya), mereka akan berladang dan mencari ikan.

Ikan menjadi sumber protein apabila sedang tidak ada daging hasil buruan. Selain sumber protein juga kaya akan vitamin dan mineral. Ikan di sungai adiu sangat beragam. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lp3m, masih ada sekitar 10 – 12 jenis ikan yang hidup di sungai adiu. Kebanyakan ikan akan berada di muara anak sungai. Mereka menggunakan pancing, tempuling/jerampang, pukat, jala, pancing gantung, bubuh dan menyelam dan menembak memakai senjata ikan untuk berburu ikan

Dalam hal berburu mereka menggunakan prinsip lestari. Mereka akan berburu sesuai dengan kebutuhan. Mereka memanfaatkan ikan hasil tangkapan dengan beberapa  cara pengolahan sesuai peruntukan. Untuk konsumsi harian, mereka memasang pukat, bubuh, memancing  ataupun menjala di sekitar pemukiman. Untuk kerja gotong royong membangun rumah, berladang, berkebun ataupun ada keramaian di kampung maka mereka mudik melewati jeram Mancang menuju ke hulu dimana ikan akan semakin berlimpah. Hasil tangkapan yang masih hidup dimasukan dalam kandang ikan, yang sudah mati akan dipotong dan diasinkan menggunakan campuran nasi dan garam. Selain itu mereka melakukan  pengasapan ikan-ikan yang besar sesudah mengeluarkan isi perut, lemak dan memotong kepalanya.

Dalam persiapan pesta, mereka juga menangkap ikan-ikan kecil lalu dimasak dalam bambu dan ditiriskan sampai kering sehingga beraroma ikan segar yang khas. Ikan ini akan menjadi sajian saat meminum tuak tradisional sebagai ucapan selamat datang bagi para tamu.