Bantuan Bibit Ikan Untuk Desa Namo, di Kulawi.

Palu, Jumat, 19 September 2019

Panasnya terik kota Palu tidak membuat keputusan kami goyah untuk menuju desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Kami berusaha mempercepat laju kendaraan agar cukup waktu menjumpai warga yang sudah menanti. Kendaraan MPV yang kami tumpangi cukup lincah melibas berbagai kondisi jalan pasca gempa dan tsunami melanda.

Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi adalah sebuah desa yang cukup ramai penduduknya. Mata pencaharian penduduk bergantung kepada pertanian lahan kering dan peternak serta hasil hutan berupa rotan. Desa Namo adalah pemekaran dari desa Bolapopu. Desa ini berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang sudah ditetapkan Unesco sebagai cagar biosfer pada tahun 1977.

Sepajang perjalanan menuju ke desa Namo, kerusakan  akibat gempa dan banjir bandang beberapa waktu lalu masih sangat jelas terlihat. Bahan material bangunan untuk rumah korban gempa di pinggir jalan juga cukup membuat laju kendaraan melambat.

Gempa dahsyat yang melanda kabupaten Sigi, khusunya di desa Namo, masih menyisakan cerita betapa hebatnya dampak gempa tersebut. Rumah yang ditelantarkan oleh pemiliknya masih banyak dijumpai dalam perjalanan kami menuju desa ini.

Sekitar pukul 10.30 waktu setempat, maka kami tiba di desa Namo dan disambut dengan hangat oleh kepala desa dan beberapa warga yang sudah menunggu.

Perbincangan singkat tentang harapan dan tujuan kedatangan kami berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan dipandu oleh koordinator konsorsium SIKLUS sebagai mitra utama NTFP-EP Indonesia di lansekap Lariang. Program pemberian bantuan bibit ikan, babi dan kambing adalah salah satu upaya NTFP-EP Indonesia untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat desa Namo dan Lonca setelah bencana gempa bumi yang melanda kedua desa ini.

Dalam sambutannya, Direktur NTFP-EP Indonesia menekankan betapa pentingnya membangun kepercayaan dan kerjasama antar kelompok sesama petani ikan, kelompok peternak babi dan kambing di desa Namo dan Lonca. Sehingga bantuan kecil yang disalurkan NTFP-EP Indonesia dengan dukungan both ENDS dapat berhasil dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana gempa.

Secara simbolis Direktur NTFP-EP Indonesia menyerahkan dan melepaskan bantuan bibit ikan kepada Kepala Desa dan perwakilan kelompok penerima bantuan di kolam anggota kelompok di desa Namo.

Pertemuan di desa Namo kami tutup dengan menikmati jamuan makan siang yang sudah dipersiapkan oleh warga dengan menu lokal yang sehat dan menggugah selera.  

Foto: Jumadi Jaya Negara
Penulis: Jumadi Jaya Negara



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.