Program
-
PARARA Mini Festival 2025 Merayakan Pangan Lokal dan Budaya Nusantara
- 15 September, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Berita, Program, SCL
No CommentsPARARA Mini Festival 2025 diselenggarakan pada 12-13 September 2025 di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta. Mengusung tema “#CareEatLove”, kegiatan ini mengajak pengunjung untuk mendekatkan diri dengan pangan dan tradisi lokal melalui kegiatan yang terselenggara di dalamnya. Anang Setiawan selaku Steering Committee PARARA menjelaskan “Festival PARARA diselenggarakan dua tahun sekali secara konsisten sejak
-
Call for Proposal Nature Heartbeat Project
- 8 September, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Lowongan, Program, SCL
Let’s join together to realize our shared dream of anchoring local conservation as part of global conservation! Deadline : October 3rd 2025
-
Memperkuat Kolaborasi Melalui Pertemuan Jaringan Tengkawang ke-VII
- 31 August, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Berita, Program, TRG
Mengusung tema #ForUsForEarth, kegiatan Tengkawang Fest – Pertemuan Jaringan Tengkawang diselenggarakan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak pada 27-28 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam pelestarian dan peningkatan potensi komoditas tengkawang (illipie nut) sebegai endemik Kalimantan Barat. Jaringan Tengkawang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan nilai jual tengkawang, yang selama ini hanya dijual
-
NTFP-EP Indonesia Goes to Campus 2025 Merangkai Kolaborasi Mahasiswa untuk Keberlanjutan
- 26 August, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Berita, Program, Youth
Salah satu tematik yang diusung oleh NTFP-EP Indonesia adalah Youth Engagement and Empowerment (YEE) yang bertujuan untuk melibatkan dan memberdayakan generasi muda dalam pelestarian hutan dan pengelolaan sumber daya alam. Melalui program ini, NTFP-EP Indonesia turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk seminar, pelatihan, dan camp pemuda untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam isu-isu kehutanan dan lingkungan.
-
Green Livelihoods Alliance: Aksi Nyata untuk Keadilan Lingkungan dan Keberlanjutan
- 19 July, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Berita, Program, SCL
Proyek Green Livelihoods Alliance (GLA) merupakan inisiatif jangka panjang yang telah berjalan sejak tahun 2016 dan mengakhiri kiprahnya pada tahun 2025. Proyek ini memfokuskan implementasi kegiatan di Lanskap Lariang, sebuah pilihan strategis mengingat Lariang adalah sungai terpanjang di Pulau Sulawesi. Keunikan sungai ini terletak pada jangkauannya yang melintasi tiga provinsi sekaligus, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi
-
Kolaborasi dalam Penguatan Tata Kelola Kopi Berkelanjutan di KPS Mulyatani, Desa Ibun, Bandung
- 20 June, 2025
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Berita, Program, SCL
NTFP-EP melalui Proyek United Nations Environment Programme (UNEP) “ASEAN Social Forestry” melakukan studi rantai nilai hasil hutan bukan kayu (HHBK) di area perhutanan sosial berdasarkan kekuatan ekonomi, lingkungan, social, dan kelembagaan. Lebih lanjut, dilakukan tinjauan mendalam usaha yang berjalan dan terpilih di Indonesia, serta menghubungkan dengan pasar dan pengembangan rencana bisnis. Salah satu komoditi yang dianalisis
-
Festival Tampo Lore 2023
- 1 August, 2023
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Program, Uncategorized
Festival Tampo Lore merupakan festival milik masyarakat Tampo Lore yang mendiami tiga wilayah lembah diantaranya lembah Pekurehua, Lembah Behoa dan Lembah Bada. Festival ini merupakan festival yang digagas melibatkan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Tampo Lore. Festival pertama telah dilaksanakan di Lembah Pekurehua tepatnya di Desa Wanga, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso pada tahun 2019. -
Desa Namo dan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) setelah gempa 2018
- 13 February, 2023
- Posted by: NTFP Indonesia
- Category: Program
Terjadinya Gempa dan Likuifaksi pada tahun 2018 di Palu mengakibatkan dampak yang sangat besar pada seluruh wilayah di daerah Palu. Salah satu Desa yang terdampak adalah Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Desa Namo memiliki potensi HHBK yang cukup tinggi seperti rotan, madu, pandan hutan, aren, pinus, damar serta tanaman obat.Desa Namo