
Penghidupan dan Ekonomi Masyarakat
Hutan telah bermurah hati mendukung masyarakat adat dan masyarakat dengan sumber daya seperti hasil hutan bukan kayu (HHBK). Usaha berbasis masyarakat telah membantu tidak hanya dalam mempertahankan mata pencaharian sehari-hari masyarakat sebagai penghasilan tambahan tetapi juga dalam mengamankan hak atas hutan dan mengembangkan sistem manajemen terhadap pemanenan berkelanjutan dan menguntungkan dari sumber daya hutan. Namun, inisiatif usaha komunitas seringkali kurang memenuhi kebutuhan pasar atau, kurangnya jaringan ke pasar yang tepat.
Penggunaan HHBK dan pengembangan usaha hasil hutan yang berdampak rendah adalah strategi untuk meningkatkan penghasilan. Kami berkeinginan usaha berbasis komunitas sebagai sarana untuk tidak hanya meningkatkan mata pencaharian tetapi juga untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi rumah tangga dan untuk mempromosikan sistem manajemen sumber daya berkelanjutan di mata pencaharian masyarakat.
Kegiatan yang terkait:

Penggalian Potensi HHBK di Kampung Long Laai, Segah, Berau, Kaltim
5 bulan berlalu, melalui program TFCA Kalimantan siklus III, Konsorsium Penabulu (Yayasan Penabulu, NTFP EP Indonesia, LPPSLH) bekerja mendampingi masyarakat di Kabupaten Berau. Penggalian data awal menggunakan metode CLAPS sudah dilakukan di 20 Kampung. Bulan Juli dan Agustus ini, penggalian data dilakukan di 7 Kampung tersisa. Siang itu, 22 Juli 2017 kami berangkat menuju Kampung Long
Festival Lembah Lore
Merajut Tradisi Melestarikan Alam “Festival Lembah Lore” Merajut Tradisi Melestarikan Alam diselenggarakan berdasarkan potensi yang ada untuk mengembangkan produk dan mata pencaharian masyarakat dan kebutuhan akan keterlibatan dan dukungan publik yang lebih besar. Konsumen dan para pembuat kebijakan yang memiliki pengaruh yang besar dan kebanyakan berada di ibukota provinsi dan nasional dapat menjadi pioneer dalam
Memberikan Bantuan Bibit Ikan Untuk Desa Namo, di Kulawi, Sigi.
Palu, Jumat, 19 September 2019 Panasnya terik kota Palu tidak membuat keputusan kami goyah untuk menuju desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Kami berusaha mempercepat laju kendaraan agar cukup waktu menjumpai warga yang sudah menanti. Kendaraan MPV yang kami tumpangi cukup lincah melibas berbagai kondisi jalan pasca gempa dan tsunami melanda. Desa Namo, Kecamatan Kulawi,

“Merajut Tradisi, Melestarikan Alam”
Festival Lembah Lore Ke I 20 – 22 September 2019 di Desa Wanga, Lembah Napu, Lore Poere, Poso, Sulawesi Tengah. Festival Lore dipusatkan di Desa Wanga, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, sekitar enam jam berkendaraan dari pusat kota Poso atau empat jam dari Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Rencananya, Festival Lore dibuka oleh

GELEGOP Makanan Berbahan Dasar Sagu
GELEGOP Adalah salah satu dari sekian banyak menu makanan berbahan dasar Sagu#PanganBijakNusantara #PanganLokal #PanganSehat #PanganAdil #PanganLestari #Untukkitadanbumi Pernahkah anda mendengar kata Gelegop? Oleh masyarakat Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Gelegop merupakan sebutan masyarakat lokal untuk menu makanan yang berbahan dasar tepung sagu. Menu makanan ini dipercaya bisa memulihkan tenaga sehabis melakukan

Pandemi Corona: Perkuat Keragaman Pangan, Indonesia Sehat Bukan Hanya Beras
Indonesia sehat tidak hanya bergantung pada satu komoditi, yaitu beras. Sagu memiliki kelebihan sebagai pangan kesehatan karena tanpa gluten dan indeks glikemik yang rendah, sangat baik untuk penderita diabetes, calon penderita diabetes, dan penderita obesitas. Indonesia memiliki banyak keragaman sumber karbohidrat yang sehat dan bergizi. Pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan sangat baik dikonsumsi pada
Festival Kulawi 2025: Harmoni Tradisi, Alam, dan Kebersamaan
Festival Kulawi diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian budaya adat Suku Kulawi di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sesuai dengan temanya, Mojagai Katuwua, yang berarti mempertahankan budaya leluhur. Kegiatan ini diselenggarakan pada 10-11 Januari 2025 di Lapangan Umum Bolapapu, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Acara pembukaan festival dilaksanakan pada 10 Januari 2025 turut
Menelusuri Madu Hutan Lestari: Kunjungan Lapang ke Desa Lonca, Sulawesi Tengah
Di balik lebatnya hutan Sulawesi Tengah, terdapat sebuah desa yang terletak di tengah-tengah hutan yaitu Desa Lonca, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Di desa ini, tersimpan praktik pengelolaan madu hutan secara berkelanjutan. Pada 5–8 Februari 2025, NTFP-EP Indonesia membersamai mahasiswa dari Australia, Nicholas Garden Trott —yang tergabung dalam program pertukaran pelajar oleh ACICIS (Australian Consortium for
Dari Amazon ke Asia Tenggara: Pertukaran Pengetahuan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Kearifan Lokal di Palawan, Filipina
Palawan, Filipina – Delegasi NTFP-EP Indonesia yang diwakili oleh Yusril Fuadi dan Cindy Kusuma Dewi serta delegasi IMUNITAS oleh Enjang Tri Budianto dan Anwar mengikuti kegiatan GAIA Amazona NTFP Exchange Learning di Palawan, Filipina pada 5–10 Mei 2025. Acara ini dihadiri oleh peserta dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Kolombia dengan
Kolaborasi dalam Penguatan Tata Kelola Kopi Berkelanjutan di KPS Mulyatani, Desa Ibun, Bandung
NTFP-EP melalui Proyek United Nations Environment Programme (UNEP) “ASEAN Social Forestry” melakukan studi rantai nilai hasil hutan bukan kayu (HHBK) di area perhutanan sosial berdasarkan kekuatan ekonomi, lingkungan, social, dan kelembagaan. Lebih lanjut, dilakukan tinjauan mendalam usaha yang berjalan dan terpilih di Indonesia, serta menghubungkan dengan pasar dan pengembangan rencana bisnis. Salah satu komoditi yang dianalisis
Green Livelihoods Alliance: Aksi Nyata untuk Keadilan Lingkungan dan Keberlanjutan
Proyek Green Livelihoods Alliance (GLA) merupakan inisiatif jangka panjang yang telah berjalan sejak tahun 2016 dan mengakhiri kiprahnya pada tahun 2025. Proyek ini memfokuskan implementasi kegiatan di Lanskap Lariang, sebuah pilihan strategis mengingat Lariang adalah sungai terpanjang di Pulau Sulawesi. Keunikan sungai ini terletak pada jangkauannya yang melintasi tiga provinsi sekaligus, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi
Call for Proposal Nature Heartbeat Project
Let’s join together to realize our shared dream of anchoring local conservation as part of global conservation! Deadline : October 3rd 2025
PARARA Mini Festival 2025 Merayakan Pangan Lokal dan Budaya Nusantara
PARARA Mini Festival 2025 diselenggarakan pada 12-13 September 2025 di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta. Mengusung tema “#CareEatLove”, kegiatan ini mengajak pengunjung untuk mendekatkan diri dengan pangan dan tradisi lokal melalui kegiatan yang terselenggara di dalamnya. Anang Setiawan selaku Steering Committee PARARA menjelaskan “Festival PARARA diselenggarakan dua tahun sekali secara konsisten sejak
Hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan sumber daya alam yang sangat melimpah di Indonesia dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan.