Mengenalkan Pangan Bijak Melalui Festival Danau Sentarum

Festival Danau Sentarum ke 8 di gelar pada 25-27 Oktober 2019 lalu di alun-alun kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Festival ini menyedot perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya pameran produk hasil UMKM yang ada sekitar Kabupaten Kapuas Hulu.

NTFP-EP Indonesia yang merupakan
bagian dari konsorsium Local Harvest, ikut berpartisipasi dalam Festival Danau
Sentarum. Agenda utamanya mengenalkan dan mengkampanyekan program Pangan Bijak
Nusantara. Suatu Program yang di inisiasi oleh konsorsium Local Harvest.

Pangan Bijak Nusantara
merupakan bagian dari strategi 
konsorsium Local Harvest dalam mempromosikan sistem konsumsi dan
produksi pangan lokal, sehat, adil dan lestari di Indonesia.  Dalam kesempatan ini, team dari NTFP-EP
Indonesia melakukan edukasi tentang pangan bijak kepada siswa-siswi di sekolah
SMA dan SMP di kecamatan Batang Lupar, juga Jemaat Bhatara Lanjak di Gereja Evangelist
di Kalimantan.

Booth NTFP-EP Indonesia menampilkan berbagai produk lokal dan diproduksi oleh mitra konsorsium PARARA. NTFP-EP Indonesia juga mengedukasi pemahaman dan diskusi dengan pengunjung bertema kampanye Pangan Bijak Nusantara. Antusiasme para pengunjung sangat tinggi dalam diskusi, karena hampir sebagian besar produk-produk yang dipamerkan sangat asing bagi pengunjung kaum millennial. Tapi para pengunjung dewasa, sebagian dari mereka telah mengenal produk-produk tersebut, karena para orang tua mereka dulu pernah menanam atau memproduksinya. Hanya saat ini produk tersebut sudah jarang di temukan di pasar-pasar tradisional di Kapuas Hulu dan sekitarnya.

Di dalam booth, kami
menyediakan Frame Instagramable yang bisa dipakai berfoto selfi para pengunjung,
juga tempat tanda tangan dukungan terhadap program pangan bijak.  Sangat di luar dugaan dan ekpektasi kami
sebelumnya, ternyata pengunjung sangat antusias dalam memberi statement dan
tanda tangan dukungan. Yang sangat menarik perhatian kami saat menerima 2 orang
pemuda dari Negara tetangga (Sarawak-Malaysia). Mereka ingin sekali mencoba
mencicipi menu makanan lokal masyarakat sekitar danau Sentarum, setelah
berkeliling ke semua pedagang makanan, tapi tak satu pun yang menyediakan menu
makanan lokal, sehingga dalam statement dukungannya mereka tulis seperti ini: “
#NasiPadang, #NasiAyambakar, #NasiayamPenyet semua dari Luar kalbar, nasi asli
Badau, Sentarum mana???…….

Satu hal yang menggembirakan
adanya seorang bapak yang ternyata beliau berprofesi sebagai guru sekolah dasar
di desa Labian, dusun Ukit-ukit. Beliau sangat tertarik dengan program pangan
bijak karena bisa melestarikan budaya masyarakat, yang semakin hari kian
tergerus oleh pangan modern. Dengan sukarela pak guru yang bernama Antonius
itu, berjanji akan membuat daftar nama-nama pangan lokal dalam Bahasa Dayak
Iban, Embaloh dan bahasa Melayu. Saat kami berkunjung ke desa tempat pak
Antonius tinggal, kami diterima dengan hangat oleh beliau dan istrinya, lalu
kami berdiskusi banyak hal tentang menu makanan lokal yang selalu disajikan
saat-saat ada upacara adat di desa mereka.

Setelah acara Festival Danau Sentarum ke 8 usai, ternyata booth konsorsium Local Harvest mendapat kunjungan dari pengunjung sebanyak 106 orang beserta tanda tangannya.  Kata-kata dukungan untuk program Pangan Bijak Nusantara sebanyak 86 orang, dengan komposisi 41 orang laki-laki dan 45 orang perempuan. 

By : Andi Prahmono



Leave a Reply

one × two =